Pengertian Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah metode
perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities),
dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis.
Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats).
Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau
proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan
yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
Menurut
Daniel Start dan Ingie Hovland dalam http://subliyanto.wordpress.
com/2012/12/13/analisis-swot/, analisis SWOT adalah instrumen
perencanaaan strategis yang klasik dengan menggunakan kerangka kerja kekuatan
dan kelemahan serta kesempatan ekternal dan ancaman. Instrumen ini memberikan
cara sederhana untuk memperkirakan cara terbaik untuk melaksanakan sebuah
strategi. Instrumen ini menolong para perencana apa yang bisa dicapai, dan
hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh mereka.
Hasil
analisis biasanya adalah arahan/rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan
menambah keuntungan dari peluang yang ada, sambil mengurangi kekurangan
dan menghindari ancaman. Jika digunakan dengan benar, analisis SWOT akan
membantu kita untuk melihat sisi-sisi yang terlupakan atau tidak terlihat
selama ini.
Analisis ini
bersifat deskriptif dan terkadang akan sangat subjektif, karena bisa jadi dua
orang yang menganalisis sebuah organisasi akan memandang berbeda keempat bagian
tersebut. Hal ini wajar terjadi, karena analisis SWOT adalah sebuah analisis
yang akan memberikan output berupa arahan dan tidak memberikan solusi
“ajaib” dalam sebuah permasalahan.
Analisa SWOT dapat diterapkan dengan
cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya,
kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, di mana aplikasinya adalah
bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara
mengatasi kelemahan (weaknesses) yang
mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman
(threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara mengatasi kelemahan
(weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau
menciptakan sebuah ancaman baru.
Analisis SWOT dilakukan dengan
maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi
yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Oleh karena
tingkat kesiapan fungsi ditentukan oleh tingkat kesiapan masing-masing faktor
yang terlibat pada setiap fungsi, maka analisis SWOT dilakukan terhadap
keseluruhan faktor dalam setiap fungsi tersebut, baik faktor internal maupun
eksternal.
Dalam melakukan analisis terhadap
fungsi-fungsi dan faktor-faktornya, maka berlaku ketentuan berikut: untuk
tingkat kesiapan yang memadai, artinya, minimal memenuhi kriteria kesiapan yang
diperlukan untuk mencapai sasaran, dinyatakan sebagai kekuatan bagi faktor
internal atau peluang bagi faktor eksternal. Sedangkan tingkat kesiapan yang
kurang memadai, artinya, tidak memenuhi kriteria kesiapan minimal, dinyatakan
sebagai kelemahan bagi faktor internal atau ancaman bagi faktor eksternal.
Untuk menentukan kriteria kesiapan,
diperlukan kecermatan, kehati-hatian, pengetahuan, dan pengalaman yang cukup
agar dapat diperoleh ukuran kesiapan yang tepat. Kelemahan atau ancaman yang
dinyatakan pada faktor internal dan faktor eksternal yang memiliki tingkat
kesiapan kurang memadai, disebut persoalan. Selama masih adanya fungsi yang
tidak siap atau masih ada persoalan, maka sasaran yang telah ditetapkan diduga
tidak akan tercapai. Oleh karena itu, agar sasaran dapat tercapai, perlu dilakukan
tindakan-tindakan untuk mengubah fungsi tidak siap menjadi siap. Tindakan yang
dimaksud disebut langkah-langkah pemecahan persoalan, yang pada hakekatnya
merupakan tindakan mengatasi kelemahan atau ancaman agar menjadi kekuatan atau
peluang.
Setelah diketahui tingkat kesiapan
faktor melalui analisis SWOT, langkah selanjutnya adalah memilih alternatif
langkah-langkah pemecahan persoalan, yakni tindakan yang diperlukan untuk
mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang siap dan mengoptimalkan fungsi
yang telah dinyatakan siap.
Oleh karena kondisi dan potensi
sekolah berbeda-beda antara satu dengan lainnya, maka alternatif
langkah-langkah pemecahan persoalannya pun dapat berbeda, disesuaikan dengan
kesiapan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya di sekolah tersebut. Dengan
kata lain, sangat dimungkinkan suatu sekolah mempunyai langkah pemecahan yang
berbeda dengan sekolah lain untuk mengatasi persoalan yang sama.
B. Faktor-faktor
Analisis SWOT
Analisis SWOT terdiri dari empat
faktor, yaitu:
1. Strengths (kekuatan)
Faktor-faktor kekuatan dalam lembaga
pendidikan adalah kompetensi khusus atau keunggulan-keunggulan lain yang
berakibat pada nilai plus atau keunggulan komparatif lembaga pendidikan
tersebut. Hal ini bisa dilihat jika sebuah lembaga pendidikan harus
memiliki skill atau keterampilan yang bisa disalurkan bagi
perserta didik, lulusan terbaik atau hasil andalan, maupun kelebihan-kelebihan
lain yang dapat membuat sekolah tersebut unggul dari pesaing-pesaingnya serta
dapat memuaskan steakholders maupun pelanggan (peserta didik, orang
tua, masyarakat dan bangsa).
Sebagai contoh dari bidang
keunggulan, antara lain kekuatan pada sumber keuangan, citra yang positif,
keunggulan kedudukan di masyrakat, loyalitas pengguna dan kepercayaan berbagai
pihak yang berkepentingan. Sedangkan keunggulan lembaga pendidikan di era
otonomi pendidikan atara lain yaitu sumber daya manusia yang secara kuantitatif
besar, hanya saja perlu pembenahan dari kualitas. Selain itu antusiasme pelaksanaan
pendidikan yang sangat tinggi, didukung dengan sarana prasarana pendidikan yang
cukup memadai. Hal lain dari faktor keunggulan lembaga pendidikan adalah
kebutuhan masyarakat terhadap yang bersifat transendental sangat
tinggi, dan itu sangat mungkin diharapkan dari proses pendidikan lembaga
pendidikan yang agamis.
Bagi sebuah lembaga pendidikan untuk
mengenali kekuatan dasar lembaga tersebut sebagai langkah awal atau tonggak
menuju pendidikan yang berbasis kualitas tinggi merupakan hal yang sangat
penting. Mengenali kekuatan dan terus melakukan refleksi adalah sebuah langkah
besar untuk menuju kemajuan bagi lembaga pendidikan.
2.
Weakness
(kelemahan)
Kelemahan adalah hal yang wajar
dalam segala sesuatu tetapi yang terpenting adalah bagaimana sebagai penentu
kebijakan dalam lembaga pendidikan bisa meminimalisasi kelemahan-kelemahan
tersebut atau bahkan kelemahan tersebut menjadi satu sisi kelebihan yang tidak
dimiliki oleh lembaga pendidikan lain. Kelemahan ini dapat berupa kelemahan
dalam sarana dan prasarana, kualitas atau kemampuan tenaga pendidik, lemahnya
kepercayaan masyarakat, tidak sesuainya antara hasil lulusan dengan kebutuhan
masyarakat atau dunia usaha dan industri dan lain-lain
Oleh karena itu, ada beberapa faktor
kelemahan yang harus segera dibenahi oleh para pengelola pendidikan, antara
lain yaitu:
a.
Lemahnya SDM dalam lembaga
pendidikan
b.
Sarana dan prasarana yang masih
sebatas pada sarana wajib saja
c.
Lembaga pendidikan swasta yang pada umumya
kurang bisa menangkap peluang, sehingga mereka hanya puas dengan keadaan yang
dihadapi sekarang ini.
d.
Output pada lembaga pendidikan yang belum sepenuhnya bersaing
dengan output lembaga pendidikan yang lain dan sebagainya.
3.
Opportunities (peluang)
Peluang adalah suatu kondisi
lingkungan eksternal yang menguntungkan bahkan menjadi formulasi dalam lembaga
pendidikan. Situasi lingkungan tersebut misalnya:
a.
Kecenderungan penting yang terjadi
dikalangan peserta didik.
b.
Identifikasi suatu layanan
pendidikan yang belum mendapat perhatian.
c.
Perubahan dalam keadaan persaingan.
d.
Hubungan dengan pengguna atau
pelanggan dan sebagainya.
Peluang pengembangan dalam lembaga
pendidikan dapat dilakukan antara lain
yaitu:
a.
Di era yang sedang krisis moral dan
krisis kejujuran seperti ini diperlukan peran serta pendidikan agama yang lebih dominan.
b.
Pada kehidupan masyarakat kota dan
modern yang cenderung konsumtif dan hedonis, membutuhkan petunjuk jiwa,
sehingga kajian-kajian agama berdimensi sufistik kian menjamur. Ini menjadi
salah satu peluang bagi pengembangan lembaga pendidikan ke depan.
c.
Secara historis dan realitas,
mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, bahkan merupakan komunitas muslim
terbesar di seluruh dunia. Ini adalah peluang yang sangat strategi bagi
pentingnya manajemen pengembangan lembaga pendidikan.
4.
Threats
(ancaman)
Ancaman merupakan kebalikan dari
sebuah peluang, ancaman meliputi faktor-faktor lingkungan yang tidak
menguntungkan bagi sebuah lembaga pendidikan. Jika sebuah ancaman tidak
ditanggulangi maka akan menjadi sebuah penghalang atau penghambat bagi maju dan
peranannya sebuah lembaga pendidikan itu sendiri. Contoh ancaman tersebut
adalah minat peserta didik baru yang menurun, motivasi belajar peserta didik
yang rendah, kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan
tersebut dan lain-lain.
C. Kegunaan Analisis SWOT
Secara umum, analisis SWOT dipakai
untuk:
1.
Menganalisis
kondisi diri dan lingkungan pribadi
2.
Menganalisis
kondisi internal lembaga dan lingkungan eksternal lembaga
3.
Menganalisis
kondisi internal perusahaan dan lingkungan eksternal Perusahaan
4.
Mengetahui
sejauh mana diri kita di dalam lingkungan kita
5.
Mengetahui
posisi sebuah lembaga diantara lembaga-lembaga lain
6.
Mengetahui kemampuan sebuah perusahaan
dalam menjalankan bisnisnya dihadadengan
para pesaingnya.
D.
Hubungan antara Strength,
Weaknesses, Opportunities, dan Treaths
dalam Analisis SWOT
Sebuah lembaga pendidikan akan mampu
mencapai tujuan yang telah ditetapkan ketika kekuatan lembaga pendidikan
melebihi kelemahan yang dimiliki. Oleh karena itu lembaga pendidikan harus
mampu memperdayakan potensi yag dimiliki secara maksimal, mengurangi resiko
yang terjadi. Jadi, tercapai atau tidaknya tujuan lembaga pendidikan yang telah
ditetapkan merupakan tanggung jawab lingkungan manajemen lembaga pendidikan.
Jika analisis SWOT dilakukan dengan tepat, maka upaya untuk memilih dan menentukan
strategi yang efektif akan membuahkan hasil yang diinginkan.
Analisis SWOT dalam program sekolah
dapat dilakukan dengan melakukan matrik SWOT, matrik ini terdiri dari sel-sel
daftar kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam penyelenggaraan program sekolah,
untuk memperoleh mutu sekolah dapat dilakukan strategi SO (menggunakan kekuatan
dan memanfaatkan peluang), strategi WO (memperbaiki kelemahan dan mengambil
manfaat dari peluang), strategi ST (menggunakan kekuatan dan menghindari
ancaman), strategi WT (mengatasi kelemahan dan menghindari ancaman).
Sumber : http://izzaucon.blogspot.co.id/2014/06/analisis-swot-strengths-weaknesses.html
http://saidsite.blogspot.com/2011/05/ analisa-swot.html
http://subliyanto.wordpress. com/2012/12/13/analisis-swot/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar